MENGUAK PESONA BUMI LASKAR PELANGI

Ditulis Oleh Mira Ayu Pratiwi | Visitor 561 ( )

Pulau Belitung adalah pulau di Indonesia yang  mulai ‘terdengar’  sejak pemutaran film Laskar Pelangi oleh Andrea  Hirata yang  mengambil lokasi di daerah ini. Pulau yang  terkenal dengan nama Pulau “Laskar Pelangi” ataupun Pulau “Sang Pemimpi” ini memang memiliki keindahan dan keeksotisan wisata  pantai dan bebatuan.  Seribu pasir putih, ratusan  batu, dan keindahan bawah laut menjadi daya tarik turis lokal dan mancanegara ke tempat ini.

Provinsi Bangka-Belitung  menyimpan banyak pesona pantai. Salah satunya  terdapat di Pulau Lengkuas. Di sini, para  pelancong  akan menemukan hamparan tepi pantai yang  bersih dengan pemandangan  indah pulau dan sebuah  mercusuar yang  berdiri kokoh. Mercusuar tersebut merupakan identitas yang lekat dengan Pulau Lengkuas. Dibangun pada  1882 oleh pemerintah kolonial Belanda, mercusuar tua ini berfungsi sebagai cahaya pemandu bagi kapal yang melintas. Mercusuar ini  memiliki  12 lantai dengan jendela  di setiap lantainya. Ini memberi kesempatan kepada mereka yang berkunjung untuk menikmati berbagai panorama yang indah dan bervariasi dari dalam mercusuar. Ketika  berada  di lantai atas,  Anda  bisa melihat pemandangan yang fantastis, terutama pemandangan laut dari segala penjuru.  Dari atas mercusuar, batu granit besar terlihat seperti kerikil. Sementara  itu angin dan bau laut membuat suasana  semakin sempurna. Selain pemandangan  indah dari mercusuar, banyak  orang  datang  ke  sini  untuk menyelam, menikmati terumbu karang, dan makan ikan bakar sambil minum air kelapa.

Keindahan Pulau Lengkuas memang  tidak diragukan lagi. Pulau yang  tidak berpenghuni ini membawa wisatawan ke puncak mercusuar yang bisa menikmati keindahan alam pantai dengan pasir putih, bebatuan dan laut biru jernih dari atas. Apabila  negara  kita,  Indonesia, memiliki lambang negara burung Garuda Pancasila, maka Pulau Belitung pun memiliki susunan batu yang berbentuk seperti kepala burung garuda. Susunan batu ini terletak di Pantai Tanjung Kelayang.


Penghuni Pulau Lengkuas hanyalah terdiri dari 3 orang saja. Ketiganya merupakan operator dari mercusuar  yang  sangat ramah kepada  pengunjung  pulau. Persediaan air  dipulau ini  sangatlah terbatas sehingga  jika  hendak menggunakan toilet harus  memakai air secara  bijaksana. Pulau Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari pantai di Belitung dengan harga  sewa  sekitar Rp 350 ribu sekali  perjalanan. Untuk menempuh Pulau Lengkuas bisa menghabiskan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Perahu sewaan tersebut mampu menampung 30 hingga 40 penumpang. 
 



Tanjung  Kalayang, merupakan sebuah desa  nelayan. Pasir putih yang memanjang  lengkap dengan perahu-perahu yang  sedang  parkir  di tepinya. Sementara  di ujung  tanjung, bebatuan granit bertebaran dengan indahnya. Dari Tanjung  Kelayang  inilah pengunjung  dapat menyeberang menuju Pulau Kepayang  sejauh  dua  kilometer.  Pulau  yang  menjadi pulau ekowisata dan konservasi terumbu karang  serta  penyu  ini  dikenal oleh  masyarakat setempat dengan nama Pulau Babi karena  konon dahulu dihuni  orang  yang  memelihara  babi di pulau tersebut. Pulau ini  tidak berpenghuni, hanya  saja  berdiri beberapa  pondok yang  baru didirikan oleh KPLB  (Kelompok Peduli Lingkungan  Belitung)  sebagai tempat ekowisata di ujung sisi utara. Didominasi oleh pepohonan hutan khas ekosistem pantai seperti kelapa, ketapang, waru,
dan pandan.

Ada  banyak pohon kelapa  tanpa  daun di Pulau Kepayang, juga  di setiap tempat di Belitung. Tampak bekas-bekas terbakar pada  pohon sekitar dan  bebatuan. Ternyata hal itu disebabkan karena bebatuan dan timah di setiap tempat di Kepulauan Belitung mengandung medan magnet yang tinggi sehingga memicu api dan aliran listrik dari petir yang menyambar. Sehingga sangat disarankan apabila  cuaca  tidak baik, setiap  orang  untuk  tetap  berada  di dalam rumah dan menghindari tempat-tempat yang tinggi.

Jalanan aspal yang  cukup baik, rumah-rumah khas melayu, dan pepohonan yang  menghijau menjadi pemandangan sepanjang  perjalanan  dari Bandara  Hanandjoeddin menuju pusat kota Tanjung Pandan. Mie Belitung Cap Atep, menjadi menu sarapan pagi yang direkomendasikan. Mie dengan rasa cuka yang kentara serta minuman jeruk yang masih lengkap dengan biji-bijinya. Dan sepertinya  warung  Mie  Atep ini  adalah yang  terkenal di Tanjung  Pandan karena  banyak wisatawan yang dibawa ke warung ini untuk jamuan makannya. 

Keindahan alam yang dimiliki bangsa Indonesia ini hendaknya tetap dilestarikan. Pulau Belitung dapat menjadi objek wisata potential yang apabila tetap terjaga kebersihan dan kelestarian biota alamnya.

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Edisi 7 Agustus 2011
Koresponden : Mahardhika
Editor : Ichi Pratiwi


BAGIKAN
Facebook StumbleUpon Digg Twitter Delicious Reddit Technorati Mixx Linkedin
Related Blog Posts
PAKET KARIMUNJAWA 4 HARI 3 MALAM VIA KMP SIGINJAI

KARIMUNJAWA WEEKLY ADVENTURING 22-25 SEPTEMBER 2018

Price : IDR735.000
Rp.765.000
Participant : 9

KEPULAUAN DERAWAN BERAU 4 HARI 3 MALAM

KEPULAUAN DERAWAN BERAU 23-26 SEPTEMBER 2018

Price : IDR1.780.000
Rp.1.830.000
Participant : 17

KEPULAUAN DERAWAN BERAU 13-16 DESEMBER 2018

Price : IDR1.780.000
Rp.1.830.000
Participant : 2

KEPULAUAN DERAWAN BERAU 27-30 DESEMBER 2018

Price : IDR1.880.000
Participant : 4

KEPULAUAN DERAWAN AND LABUAN CERMIN WITH WHALESHARK 4 HARI 3 MALAM

KEPULAUAN DERAWAN AND LABUAN CERMIN WITH WHALESHARK 22-25 SEPTEMBER 2018

Price : IDR2.550.000
Rp.2.650.000
Participant : 2

PAKET PULAU LOMBOK 4 HARI 3 MALAM

EXPLORE LOMBOK 05-08 OKTOBER 2018

Price : IDR1.600.000
Rp.1.650.000
Participant : 6

EKSOTIS SUMBA 4 HARI 3 MALAM

EKSOTIS SUMBA 29 DESEMBER 2019-01 2019

Price : IDR2.100.000
Participant : 1