Gili Labak Madura

Ditulis Oleh wiwien yuliani | Visitor 2339 (20 Nopember 2017)

Gili Labak merupakan salah satu gili dari beberapa gili yang berada di timur Pulau Madura. Secara administrasi Gili Labak berada di Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Dulunya pulau ini bernama Pulau Tikus yang sungguh tidak sepadan dengan keindahan panoramanya. Pulau kecil ini sungguh sangat eksotis dan masih sangat alami. Saat saya kesana 2 tahun yang lalu tempat ini belum terlalu ramai dikunjungi, karena memang masih sedikit wisatawan yang mengetahui kalau di ujung Pulau Madura paling timur ini juga menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya dan bisa menjadi pengobat rindu akan gili-gili yang berada di Lombok. Sejauh mata memandang kita disuguhi hamparan laut yang terbentang dengan garis batas warna laut yang berbeda.

Gili Labak hanyalah sebuah pulau kecil berpasir putih. Luas pulau ini sekitar 5 hektare dan jika kita iingin mengelilinya dengan jalan kaki hanya butuh waktu sekitar 30 menit. Para traveler  bisa menghabiskan waktunya disini dengan berbagai kegiatan, seperti snorkling, diving, berenang, jalan-jalan mengelilingi pulau atau berfoto ria. Air laut yang bening dengan pemndangan terumbu karang dan biota laut lainnya yang cukup beragam nan indah.

Untuk ke Gili Labak bisa ditempuh dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep dengan menggunakan kapal wisata dan memakan waktu sekitar 2 jam. Gelombang lautnya juga cukup tenang. Sedangkan untuk bisa mencapai pelabuhan Kalianget, apabila kita menggunakan transportasi umum bisa dengan Bus dari Terminal Purbaya (Bungurasih), Surabaya menuju Sumenep dengan turun di pemberhentian terakhir yaitu Pelabuhan Kalianget. Atau bisa juga kita ikut travel agen perjalanan paket Wisata Gili Labak.

Untuk fasilitas dan akomodasi di Pulau Gili Labak masih sangat jarang dan minim. Belum ada penginapan, karena memang pulau ini hanya terdapat 1 RT dengan dihuni sekitar 35 kepala keluarga dan jumlah penduduk yang kurang dari 100 jiwa yang masih cukup kurang sumber daya yang mumpuni. Tidak ada sumber air tawar, listrik yang hanya menyala di malam hari dan idak ada fasilitas pendidikan. Jadi untuk menginap kita bisa di rumah warga atau mendirikan tenda di pinggir pantai dengan kebutuhan makanan sendiri. Namun jangan khawatir, bukan berarti tidak di jumpai penjual makanan disini, karena ada beberapa warung yang siap menghidangkan minuman segar dan makanan sederhana tatkala kita lelah dari aktvitas selama di Gili Labak.


BAGIKAN
Facebook StumbleUpon Digg Twitter Delicious Reddit Technorati Mixx Linkedin
Related Blog Posts